PROFIL DESA
1. Sejarah Desa
a.
Legenda
Desa (Sasakala)
Menurut penuturan beberapa nara
sumber bahwa berdasarka perkiraan sejarah versi Babad Cirebon antara lain
menyebutkan bahwa Prabu Indrawijaya ( Arya Wiralodra ) memeluk agama Islam
sambil menyerahkan daerah Indramayu kepada Cirebon ( Sunan Gunung Jati -
Cirebon) pada tahun 1528 M.
Perkiraan lain dikaitkan dengan
versi sejarah prjuangan Mbah Kuwu Sangkan alias Pangeran Cakrabuana alias
Walangsungsang dan Syekh Kaha Syarif Hidayatullah, Ketika di utus menghadap
Syekh Quro (di pulau bata banten), Setelah mendapat wejangan yang cukup dari
Syekh Quro, mbah kuwu Sangkan dan Syekh Syarif hidayatullah mendapat tugas baru
yaitu menyebarkan ajaran Syari’at islam (Nabi Muhammad SAW) ke daerah
Indramayu, yaitu “Kampung Cempaka” atau desa “Lawas” yaitu daerah yang terletak
1 Km sebelah timur Desa Amis. Dalam penyebarannya ada pula sekelompok orang
yang membangkang karena takut di “Sunat” dan tidak mau mengikuti ajarn syare’at
islrah , sehingga terjadi peperngan dan pertumpahan darah, di suatu daerah yang
sekarang disebut di Desa AmisK, karena tidak kuat melawan para santri Mbah Kuwu
Sangkan mereka melarikan diri ke daerah hutan, para santia Mbah Kuwu
Sangkan mengejarnya dan berhenti sampai daerah Sarjam/Lungbata (± 1
Km sebelah timur Desa Loyang ) yang merupakan suatu padukuhan markas pertahanan
santri mMah Kuwu Sangkan jika orang – orang tersebut kembali dan Cadas Pangeran
( Sawah Onyam ) merupakan tempat peristirahatan pasukan kuda para pinangeran
sehingga dulunya sawah Onyam tidak dapat ditanami padi karena tanahnya
bercampur Cadas. Karena dianggap mereka tidak akan kembali maka oleh mbah Kuwu
Sangkan disisihkan, di suatu daerah yang sekarang disebut Hutan Sinang Loyang.
Kata
Sinang berasal dari kata “Si” yang berarti “Sisih” dan “Nang” yang berarti
“Enang” artinya Disisihenang (Cirebon) atau Disisihaken (Indramayu). Keterangan
lain bahwa Sinang asalnya “Sunang” berasal dari kata”Su” artinya “Siluman” dan
“Nang” artinya “Surawenang” (Prabu Surawenang) seorang raja siluman dari hutan
Siwalan yaitu Ki Dusta, Ki Brangbang, Ki Koang. Sampai sekarang masyarakat
masih meyakini bahwa mereka penghuni hutan Sinang.
Dengan
perkiraan pendekatan secara logis kapan dan siapa yang mendirikan desa
loyang/padukuhan Loyang sangat sulit untuk dipastikan, namun berdasarkan
bukti-bukti sejarah dan peninggalan sejarah seperti “Bata Merah” yang masih
asli, tidak bercampur pasir/dedek padi. Serta padukuhan-padukuhan seperti Ki
Lajem (Desa Loyang setelah selatan), dan Adi Raja ( desa Loyang sebelah utara ). Adi Raja merupakan padukuhan Ki
Gelar yaitu Adik dari seorang Raja yang bernama Ki Agrantaka ( desa Rajaiyang)
dalam menyebarkan agama Islam. Sehingga masyarakat Loyang meyakini bahwa
leluhur (Nenek Moyang) merek adalah salah seorang muslim yang menyebarkan agama
Islam di daerah tersebut. Mereka meyakininya dengan sebutan “Ki Gelar” dan
Istri Ki Gelar yang diyakini membawa berkah dan dapat melindungi anak cucunya.
Seiring
berjalannya waktu dan jumlah penduduk yanag semakin bertambah maka terbentuklah
daerah padukuhan, tersebut terdapata sebuah sumur tua yang airnya tidak pernah
habis walaupun pada musim kemarau, yang disebut “Sumur Laban” (di sebelah barat
Desa Loyang sekarang/sebelah timur blok Sambi lanjeng) di dalam sebuah sumur
tersebut terdapat banyak ikan salah satunya “Ikan Wadon” masyarakat sekitar
padukuhan menyebutnya ikan loyang, oleh karena itu selanjutnya padukuhan
tersebut dinamakan padukuhan Loyang.
b.
Terbentuknya
Desa Loyang
Catatan sejarah
desa Loyang menerangkan pada masa Orde Baru Desa Loyang masih berbentuk sebuah
dusun yang dipimpin sebuah bekel/kepala dusun, karena msih merupakan bagian
dari wilayah pemerintah Desa Amis, secara berangsur-angsur penduduk Desa Loyang
semakin bertambah dan berkembang, karena sudah dianggap memadai jumlah penduduk
yang semakin banyak dan wilayah pemukinan yang cukup luas. Maka pada tahun 1982
terbentuk Desa Loyang yang merupakan pemekaran dari Desa Amis. Wilayah Desa
Loyang terangkum dalam wilayah kecamatan Cikedung. Adapun silsilah Kuwu di Desa
Loyang adalah :
1. L,
Abdullah (PJS, Th 1980 – 1982 ), Juru
Tulis Sartono,
2. Edi
D Junaedi ( PJS, Th 1982 – 1984 ), Juru Tulis Sartono,
3. Sukenah,
( Devinitife, Th 1984 – 1993 ), Juru Tulis Ato Illah,
4. Ahmad
Subarjo, ( Devinitifeu, Th 1993 – 2001 ), Juru Tulis Ato Illah,
5. H.
Taman Johari, ( Devinitife, Th 2001 – 2011 ), Juru Tulis Ato Illah,
6. Ahmad
Subarjo, ( Definitife, Th 2011 s/d sekarang ), Juru Tulis Ato Illah.
Kedudukan
Kuwu di Desa Loyang dianggap sebagai tokoh yang dapat
melindungi warga masyarakat dari gangguan keamanan
dan sebagai pelayan masyarakat baik pelayanan public maupun pelayanan
administratif di Desa Loyang.
Masyarakat
Loyang pada umumnya bersifat religius menjunjug tinggi nilai-nilai keagamaan
dan ramah. Kaum ulama dianggap tokoh karismatik karena dianggap memiliki
prilaku baik, pemimpin spiritual menjadi penengah dalam mengambil kebijakan
untuk kepentingan masyarakat Desa Loyang.
Desa
Loyangmerupakan Desa yang terisolir di wilayah kecamayan Cikedung, karena di
batasi oleh dua sunagi alam yaitu sebelah timur
“Sungai Cibelerang “ dan sebelah barat “ Sungai Cipanas “, selama ini
masyarakat Desa Loyang berperan aktif bersama pemerintah Desa untuk terus
berusaha dalam meninkatkan sektor-sektor pembngunan, baik pembengunan bidang
fisik/sarana prasarana, bidang keagamaan dan sosial budaya, pendidikan,
pertanian, pengembangan sumber daya alam, serta bidang perekonomian masyarakat
kecil dan menengah.
Kebudayaan atau adat istiadat masih
melekat kental di masyarakat Desa Loyang sejak jaman dahulu samapai sekarang,
seperti : Mapag Tambah, Mapag Sri, Sedekah Bumi, Ngupat, Nujuh Bulan, Rasulan,
dll.
Aset Desa Loyang
begitu melimpah diantaranya waduk kesambi sebagai objek wisata/Wanawisata Waduk
Kesambi dan sebagai Embung air untuk pertanian pada musim kemarau. Patilasan
Sumur Santri, Sumur Watu, Sumur Laban, Sumur Kejayan merupakan aset masyarakat
Desa Loyang yang dapat dikembangkan sebagai wisata religi.
Waduk Kesambi
merupakan aset masyarakat Desa Loyang yang terletak di kawasan Hutan Negara
BKPH Jati Munggul, KPH Indramayu yang berada di dalam pangkuan wilayah
administratif Desa Loyang.
2. SEJARAH
PEMBANGUNAN DESA
Tabel : 1
SEJARAH PEMBANGUNAN DESA
TAHUN
|
KEJADIAN YANG
BAIK/KEBERHASILAN
|
KEJADIAN YANG
BURUK/KEGGALAN
|
1961
|
Dibangunnya SD Negeri pertama di Desa Loyang
sumber dan swadaya murni
|
|
1967
|
Dibangunya madrasah Hidayatul Mubtadi`ien di Desa
Loyang
|
|
1974
|
Pembuatan Jembatan gantung, sumber dana dari
swadaya murni,
|
|
1975
|
Pembanguna saluran irigasi Cibelerang, 1 sumber
dana dari APBD
|
|
1975
|
Di bangunnya SD Inpres Mekar Jaya, sumber dana
dari APBN
|
|
1978
|
|
Jebolnya Tanggul Benungan Cibelerang 1
|
1978
|
|
Hanyutnya Jembatan Gantung
|
1981
|
L.Abdullah pejabat Desa persiapan, Desa Loyang
|
|
1981
|
Dibangunnya SD Inpres Adi raja sumber dan dari
APBN
|
|
1981
|
Perkerasan Jalan Kabupaten yang pertama kalinya,
sumber dana dari APBD
|
|
1982 –
1983
|
Edi Junaedi Pejabat Desa Persiapan, Desa Loyang
|
|
1982
|
Relokasi madrasah hidayatul Mubtadi`ien dari Dusun
Karang Anyar ke Dusun 1
|
|
1982
|
Pemilihan Umum wakil-wakil rakyat
|
|
1984
|
Terbentuknya Desa Loyang hasil pemekaran dari Desa
Amis
|
|
1984
|
Pemilihan Kepala Desa Loyang periode 1984 – 1993,
saat itu pesertanya :
1.
L, Abdullah,
2.
Sukenah
Sebagai Kades terpilih
adlah Ibu Sukenah.
|
Terjadinya gesekan antara sebagian masyarakat Desa
Loyang dengan masyarakat Desa Amis secara besar-besaran
|
1985
|
Dibangunya Balai Desa Loyang yang terletak di
sebelah barat daya lapang sepak bola
|
|
1986
|
Pembuatan jalan Desa dari lapangan sepak bola ke
Dusun Kesambi Lanceng
|
|
1987
|
Pembuatan Waduk Kesambi oleh Pabrik Gula Jati
Tujuh
|
|
1987
|
Pemilihan umum wakil-wakil rakyat
|
|
1988
|
Relokasi Madrasah Hidayatul Mubtadi`ien dari Dusun
1 ke Dusun IV blok Masjid
|
|
1990
|
Relokasi kantor Balai Desa ke arah barat laut
lapang sepak bola
|
|
1990
|
Rehabilitasi Jembatan Gantung
|
|
1992
|
Pemilihan umum wakil-wakil rakyat
|
|
1992
|
ABRI Masuk Desa ( AMD )
|
|
1993
|
Pemilihan kepala Desa periode 1993-2001.
Pesertanya :
1.
Ibu Sukenah
2.
Akhmad Subarjo
3.
Taman Johari
Sebagai Kades Ahmad
Subarjo
|
Terjadinya longsor di Blok Kuburan yang memutuska
akses jalan utama sehingga jalan utam dipindah
|
1993
|
Pengaspalan jalan kabupaten dari batas Desa Amis
smpai bats Desa Jati Mulya
|
|
1994
|
Rehbilitasi Masjid jami Baiturrohman Desa Loyang.
Sumber dana dari swadaya masyarakat murni.
|
|
1995
|
Relokasi Kantor Balai Desa Loyang
|
|
1996
|
Dibangunya Madrasah Al Azhar yang berlokasi di
Dusun V, Sumber dana dari swadaya masyarakat murni
|
|
1996
|
Listrik masuk Desa
|
|
1997
|
Pemilihan umum wqkil-wakil rakyat
|
|
1997
|
Perekrasan jalan Desa yang pertama kali, sumber
dana dari P3DT
|
|
1997
|
Pembangna longsoran di blok kuburan, sumber dana
dari P3DT
|
|
1999
|
Pemilhan wakil-wakil rakyat
|
Terjadinya penjarahan/pembalakan hutan liar secara
menyeluruh
|
2000
|
Pembuatan senderan longsoran di Blok Kuburan,
sumbr dana dari PDMDKE
|
|
2000
|
Pengaspalan jalan Desa sepanjang 500 m yang
pertama kal dari program setatariksa
|
|
2000
|
Pemilihan secara langsung anggota BPD yang pertama
|
|
2001
|
Pembangnan Bendungan Cibelerang II, Sumber dana
APBD
|
|
2001
|
Pembangunan Madrasah Tarbiyatul Mubtadi`ien di
dusun II Kesambi Lanceng dengan sumber dana dari ADD.
|
|
2002
|
Pembuatan sumber Air dalam 2 lokasi di blok
kuburan dan Jetut dari program P2AT
|
|
2003
|
Pembuatan pompa air pertanian di Blok Onyam dari
program P2AT.
|
|
2003
|
Perkerasan jalan Desa sepanjang 3.900 M dari
sumber dana PPK Kecamatan Cikedung.
|
|
2004
|
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
|
|
2004
|
Rehabilitasi Total Jembatan Gantung dari bantuan
Pabrik Gula Jatitujuh.
|
|
2005
|
Perkerasan Jalan Desa di Blok Kesambilanceng
sampai dengan Bendungan Cupanas dari sumber dana PPK Kecamatan Cikedung
|
Terjadi Penggerusan Tanah saluran air
Gorong-gorong tengah di dusun 1
|
2005
|
Pembangunan Jembatan Pendil Keli Sungai Cibelerang
dari Sumber Dana APBN
|
|
2005
|
Rehabilitasi Total Kantor Balai Desa Loyang
|
|
2006
|
Pilkada Bupati / Wakil Bupati, yang dimenangkan
oleh Pasangan IRIANTO MS SYAFIUDDIN & HERRY SUDJATI
|
|
2006
|
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun I dan IV
sepanjang 1.300 M Dari Sumber Dana PPK Kecamatan Cikedung
|
|
2006
|
Pembuatan Jembatan Pertanian di Blok Redem dari
Sumber Dana ADD
|
|
2007
|
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun I,II,III
sepanjang 3.400 M dari sumber dana PPK Kecamatan Cikedung
|
|
2007
|
Rehabilitasi Total SD Negeri Loyang I
|
|
2007
|
Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.900 M dari
Sumber Dana APBD II
|
|
2007
|
Pembuatan Jembatan Pertanian di Blok Sawah Gede
dari Sumber Dana Raksa Desa
|
|
2008
|
Pilkada Gubernur Jawa Barat yang pertama yang
dimenangkan oleh Pasangan Ahmad Heryawan & Dede Yusup.
|
|
2008
|
Penambahan Pembangunan Gedung Madrasah Hidayatul
Mubtadi’ien dari Sumber dana PNPM Mandiri Pedesaan
|
|
2008
|
Program Air Bersih di Dusun I,II,IV,V dari Sumber
Dana APBN
|
|
2008
|
Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.100 M dan
Pembuatan Jalan Setapak di Dusun I,II,III,IV,V Program PPIP dari Sumber Dana
APBN
|
|
2008
|
Pembangunan Gedung TK Pelita Harapan di Dusun IV
dari Sumber Dana APBN II
|
|
2008
|
Rehabilitasi Total Gedung SD Negeri Loyang II
|
|
2009
|
Renovasi Puskesmas Pembantu di Dusun IV dari
Sumber Dana APBN II
|
|
2009
|
Pembangunan Lanjutan Gedung TK Pelita Harapan di
Dusun IV dari Sumber Dana PNPM Mandiri Pedesaan
|
|
2009
|
Rehab Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.750 M
dari Sumber Dana APBD II
|
|
2009
|
Perkerasan Gang Desa Di Dusun I,II,III,IV,V dari
sumber Dana APBD II.
|
|
2010
|
Pengaspalan Jalan Desa se[anjang 2.000 M dari
Sumber Dana APBD II
|
|
2010
|
Perkerasan Jalan Desa sepanjang 400 M di Dusun II
dari Sumber Dana APBD II
|
|
2010
|
Rehabilitasi Total Gedung Madrasah Tarbiyatul
Mubtadi’ien di Dusun II dari Sumber Dana ADD.
|
|
2010
|
Pilkada Bupati / Wakil Bupati, yang dimenangkan
oleh Pasangan Hj. Anna Sophanah & H. Supendi,M.Si
|
|
2010
|
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun III,IV,V
sepanjang 2.804 M dari Sumber Dana PNPM Mandiri Pedesaan
|
|
2011
|
|
Demo sebagian Masyarakat mengenai Proyek
Penggalian Tanah Merah. Untuk pengurugan Pembangunan Gardu Induk Listrik di
Desa Plosokerep Kecamatan Terisi
|
3. Demografi
a.Letak Geografis
Desa Loyang terletak antara 6º51’ - 6º55’ Lintang Selatan dan
108º12’ - 108º18’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 3.806 Ha, yang terdiri dari
5 Dusun dengan 10 Rukun Warga (RW) dan 35 Rukun Tetangga (RT). Desa Loyang
memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Jatimulya
Sebelah Timur : Desa Amis
Sebelah Selatan : Kab. Majalengka
Sebelah Barat : Desa Jatimunggul
Secara visualisasi , wilayah administratif dapat dilihat dalam
peta wilayah Desa Loyang Sebagaimana gambar dibawah ini:
b. Topografi
Desa Loyang merupakan Desa yang
berada di daerah dataran rendah, dengan ketinggian antara 6-14 M dpl (diatas
permukaan laut ). Sebagian besar wilayah Desa Loyang adalah kawasan hutan.
Disebelah Utara dibatasi dengan sungai Cipanas sekaligus sebagai batas dengan
Desa Jatimulya, sebelah timur dibatasi oleh Jalan Pertamina yang sekaligus
menjadi batas dengan Desa Amis, dan sebelah selatan dengan hutan Cibenda yang
merupakan batas dengan wilayah Kabupaten Majalengka, sebelah barat dibatasi
oleh sungai Cipanas sekaligus sebagai batas dengan Desa Jatimunggul.
c. Hidrologi dan Klimatologi
Aspek hidrologi suatu wilayah desa
sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa.
Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah Desa Loyang membentuk
pola Daerah Aliran Sungai, Tercatat beberapa sungai maupun solokan baik skala
kecil,sedang,dan besar, terdapat di Desa Loyang seperti :
-
Sungai Cipanas (Terbesar,merupakan
batas wilayah dengan Desa Jatimunggul dan Jatimulya),
-
Sungai
Cibelerang,
-
Sungai Cibubul /
Rambi,
-
Solokan Cadas
-
Solokan Umbul
-
Waduk Cirakit
-
Waduk Kesambi
-
Waduk
Buburgadung
Disamping itu ada pula beberapa
embung air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber
air untuk pertanian.
Embung air utama yang menghidupi
masyarakat Desa Loyang adalah diantaranya :
1.
Waduk Kesambi,
2.
Waduk Cirakit,
3.
Waduk Buburgadung,
4.
Irigasi Cibelerang I,
Secara umum akhir-akhir ini terjadi
penurunan kualitas curah hujan dan jumlah hujan dibanding keadaan selama
tahun-tahun sebelumnya, hal ini dapat menjadi sangat berpengruh terhadap
beberapa sumber embung air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat penggarap
sawah. Ditunjang pula oleh terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali,
akibat kurangnya pengawasan dari semua pihak terkait.
d. Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang terdapat di
Desa Loyang digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak
dipergunakan. Hal ini menunjukan bahwa Kawasan Desa Loyang memiliki sumber daya
alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah seluas 444 Ha,
Semi Teknis 125 Ha, Tadah Hujan 319 Ha, dan yang lainnya berupabpekarangan 251
Ha, Pemukiman 106 Ha, Perkebunan swasta 628 Ha, Pangangonan 177 Ha, hutan
Negara 2.200 Ha, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan
penggunaannya dapat diihat pada tabel berikut ini.
Tabel
: 2
Luas
Lahan Menurut Jenis Penggunaan
Di
Desa Loyang Tahun 2007
Sawah (Ha)
|
Darat (Ha)
|
Teknis
|
½
Teknis
|
Tadah Hujan
|
Pekarangan
Pemukiman
|
Perkebunan
Swasta
|
Penganngonan
|
Hutan Negara
|
Lain-lain
|
-
|
125
|
310
|
357
|
628
|
177
|
2200
|
-
|
4.
KEADAAN
SOSIAL
a.KEPENDUDUKAN
Penduduk desa Loyang berdasarkan data
terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat sebanyak 6.674 jiwa, tahun
2009 sebanyak 6.265 jiwa, tahun 2008 sebanyak 6.211 jiwa, tahun 2007 sebanyak
6.140 jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnya rata-rata sebesar 0.72%. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 3 di bawah ini.
Tabel
:3
Jumlah
Penduduk Desa Loyang
Tahun
2008-2010
No
|
Tahun
|
Jumlah
|
Laju
Pertumbuhan
|
1
|
2008
|
6.211 jiwa
|
1.15%
|
2
|
2009
|
6.265 jiwa
|
0.87%
|
3
|
2010
|
6.274 jiwa
|
0.14%
|
Tangga /KK, Tahun 2009 sebanyak 3.013
Rumah Tangga / KK, Tahun 2010 sebanyak 3.040 Rumah Tangga / KK. Untuk lebih
jelasnya dapat diihat pada tabel 4 di bawah ini.
Tabel
: 4
Luas
Daerah, Jumlah Rumah Tangga, Kepadatan/km2
Rata-rata
Rumah Tangga dan Sex Ratio
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
RW / Dusun
|
Jumlah
Rumah Tangga
|
Kepadatan
Per km2
|
Sex ratio
|
1
|
Rw.01
|
342
|
|
|
2
|
Rw.02
|
275
|
|
|
3
|
Rw.03
|
336
|
|
|
4
|
Rw.04
|
285
|
|
|
5
|
Rw.05
|
286
|
|
|
6
|
Rw.06
|
260
|
|
|
7
|
Rw.07
|
291
|
|
|
8
|
Rw.08
|
336
|
|
|
9
|
Rw.09
|
294
|
|
|
10
|
Rw.10
|
335
|
|
|
Jumlah
|
3.040
|
|
|
Proyeksi jumlah penduduk di Desa
Loyang Tahun 2011 berjumlah 6.358 jiwa, Tahun 2012 berjumlah 6.412 jiwa.
b.
Indeks
Pembangunan Manusia
Perkembangan capaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Desa Loyang Tahun 2008 s.d. Tahun 2010 dapat dilihat
pada tabel di baawah ini.
Tabel
: 5
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM)
Desa
Loyang 2008-2010
No
|
Uraian
|
2008
|
2009
|
2010
|
1
|
Indeks Pendidikan
|
81.25
|
90.12
|
98.07
|
2
|
Indeks Kesehatan
|
66.34
|
69.05
|
70.85
|
3
|
Indeks Daya Beli
|
90.72
|
94.91
|
96.15
|
Target
IPM Kec. Cikedung
|
95.77
|
98.05
|
99.07
|
Target
IPM Kab. Indramayu
|
85.66
|
90.50
|
95.88
|
Realisasi
IPM
|
85.97
|
90.89
|
96.30
|
Sumber : RPJMD
Kabupaten Indramayu tahun 2009- 2013
Indeks
Pendidikan dan Daya Beli memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian
IPM Desa Loyang, sehingga membuat Desa Loyang IPM-nya dapat melebihi target IPM
Kabupaten Indramayu.
5.
KESEHATAN
Tenaga kesehatan di Desa Loyang
tahun 2010 terbagi atas medis/dokter 0 orang, keperawatan 2 orang, bidan 1
orang, dukun berank 2 orang, dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan
sebanyak 48 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 6 berikut
ini.
Tabel
: 6
Jumlah
Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Tenaga
Kesehatan
|
Jumlah
|
Ket.
|
1
|
Medis
|
Dokter
Umum
|
-
|
|
Dokter
Spesialis
|
-
|
|
2
|
Keperawatan
|
Bidan
|
1
|
|
Perawat
|
2
|
|
3
|
Partisipasi Masyarakat
|
Dukun
Bayi
|
2
|
|
Posyandu
|
8
|
|
Polindes
|
-
|
|
POD
|
-
|
|
Desa
Siaga
|
40
|
|
Kader
Kesehatan Aktif
|
-
|
|
Paraji
Sunat
|
53
|
|
JUMLAH
|
53
|
|
Sumber
: Data Desa, dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Loyang
Jumlah kelahiran bayi
(persalinan) pada tahun 2010 adalah sebanyak = 108 jiwa, yang terdiri atas bayi
lahir hidup sebanyak = 105 jiwa, bayi mati sebanyak = 3 jiwa. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.
Tabel
: 7
Jumlah
Kelahiran dan Kematian Bayi
Di
Desa Loyang Tahun 2008-2010
No
|
Uraian
|
2008
|
2009
|
2010
|
Rata-Rata
|
1
|
Bayi
lahir Hidup
|
118
|
175
|
105
|
132
|
2
|
Jumlah
Kematian Bayi
|
3
|
6
|
3
|
4
|
JUMLAH
|
121
|
181
|
108
|
136
|
Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Mutiara
Jaya Desa Loyang
6.
PENDIDIKAN
Pendidikan
merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah
Investasi (modal) di masa yang akan datang.
Di
Desa Loyang tahun 2008-2010, jumlah dan guru tiap tahunnya mengalami
peningkatan. Guru pada tahun 2010 berjumlah = 39 orang, dengan jumlah murid
PAUD sebanyak 32 orang, SD sebanyak 687 orang, SLTP sebanyak = 206 orang, SLTA
sebanyak = 0 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 8 di bawah
ini.
Tabel
: 8
Data
Pendidikan / Sekolah Formal dan Non Formal
Di
Desa Loyang Tahun 2008-2010
No
|
Uraian
|
PAUD
|
SD
|
SLTP
|
SLTA
|
1
|
Guru
|
3
|
27
|
9
|
-
|
2
|
Murid
|
23
|
687
|
206
|
-
|
Sumber
: Data Desa Loyang
Pada
masa kepemimpinan kepala desa ini, jumlah sarana prasarana sekolah, maupun
jenjang terus diupayakan baik kuantitas maupun kualitas baik itu negeri maupun swasta,
dari mulai TK / PAUD/ RA s.d. SLTA.
Adapun
jumlah sarana prasarana pendidikan di Desa Loyang terdiri dari jenjang TK s.d
SLTA baik formal maupun nonformal. Nama dan jumlah sarana pendidikan yang ada
di Desa Loyang untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9 di bawah ini.
Tabel : 9
Data Sarana dan Prasrana Pendidikan
Di Desa Loyang Tahun 2008- 2010
No
|
Nama Sekolah
|
Jenjang
|
Status
|
Lokasi
|
Jumlah
Murid
|
1
|
TK Pelita
Harapan
|
TK
|
Swasta
|
RW. 08
Dusun IV
|
|
2
|
SDN Loyang I
|
SD
|
Negeri
|
RW. 07
Dusun IV
|
|
3
|
SDN Loyang II
|
SD
|
Negeri
|
RW. 07
Dusun IV
|
|
4
|
SDN Loyang III
|
SD
|
Negeri
|
RW. 08
Dusun IV
|
|
5
|
DTA Tarbiyatul
Mubtadi’ien
|
MDA
|
Swasta
|
RW. 04
Dusun II
Kp.
Sambilanceng
|
|
6
|
DTA Hidayatul
Mubtadi’ien
|
MDA
|
Swasta
|
RW. 07
Dusun IV
|
|
7
|
DTA Al-Azhar
|
MDA
|
Swasta
|
RW. 10
Dusun V
Kp. Karanganyar Lor
|
|
8
|
PKBM Endang
Ayu
|
Non Formal
|
Swasta
|
RW. 08
Dusun IV
|
|
9
|
Pondok
Pesantren Nasyatul Umamah
|
Non Formal
|
Swasta
|
RW. 05
Dusun III
|
|
10
|
SMPN Satu Atap
Cikedung
|
Formal
|
Negeri
|
RW. 08
Dusun IV
|
|
Sumber : Data Desa Loyang
Rekapitulasi jenis dan jenjang
Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Loyang, dapat dilihat pada
tabel 10 di bawah ini.
Tabel
: 10
Jenis
dan Jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Jenjang
|
Jenjang
|
Lokasi
|
1
|
TK
|
1
|
Dusun IV
|
2
|
SD
|
3
|
Dusun IV
|
3
|
MDA
|
3
|
Dusun II, IV dan V
|
4
|
SMP
|
1
|
Dusun IV
|
5
|
SLTA
|
-
|
-
|
6
|
Perguruan Tinggi
|
-
|
-
|
7
|
PKBM
|
1
|
Dusun I
|
JUMLAH
|
9
|
|
Sumber
: Data Desa Loyang
Jika
melihat tabel 10 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa loasi sekolah baik formal
maupun non formal berdomisili di Dusun I,II,IV,dan V, sehingga di Dusun III
tidak ada sama sekali jenis pendidikan formal, terutama pada jenjang SD, maka
ini dijadikan target yang harus dapat terealisasi selambat-lambatnya pada akhir
masa jabatan kepala desa periode ini.
7.
KESEJAHTERAAN
SOSIAL (MASYARAKAT)
Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan
kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta
krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak dirasakan diantaranya
semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai
permasalahan sosia. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 11
penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di bawah ini.
Tabel
: 11
Kondisi
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Di
Desa Loyang tahun 2009
No
|
Masalah
Kesejahteraan Sosial
|
Jumlah
|
Kesejahteraan
|
1
|
Anak
terlantar
|
-
|
|
2
|
Anak
nakal
|
-
|
|
3
|
Anak
balita terlantar
|
-
|
|
4
|
Anak
jalanan
|
-
|
|
5
|
Lansia
terlantar
|
-
|
|
6
|
Pengemis
|
3
|
|
7
|
Gelandangan
|
-
|
|
8
|
Korban
NAPZA
|
-
|
|
9
|
Pekerja
Sek Komersial
|
35
|
|
10
|
Eks
Narapidana
|
12
|
|
11
|
Penyandang
cacat
|
11
|
|
12
|
Penyandang
cacat eks penyakit kronis
|
3
|
|
13
|
Keluarga
miskin sosial
|
1.015
|
|
14
|
Keluarga
bermasalah sosial psikologis
|
-
|
|
15
|
Keluarga
rumahnya tidak layak huni
|
75
|
|
16
|
Wanita
rawan sosial ekonomi
|
201
|
|
17
|
Pemulung
|
3
|
|
18
|
Janda
PKRI
|
2
|
|
19
|
Korban
bencana alam
|
-
|
|
20
|
Masyarakat
yang tinggal di daerah bencana
|
-
|
|
21
|
Komunitas
adat terpencil
|
-
|
|
8. KETENAGA KERJAAN
Berkaitan
dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Loyang sampai
akhir tahun 2008, masih menunjukkan keadaaan kondusif, walaupun pihak lain
masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang
cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis
ekonomi dan kenaikan harga BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Loyang adalah
sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja
(PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan
sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan
seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja
yang tidak terproyeksi sebelumnya.
Jumlah
angkatan kerja pada tahun 2010 sebanyak = 258 orang. Jumlah pencari kerja yang
dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perushaan maupun jenis peerjaan
lainnya = 794 orang, sedangkan sisanya sebesar = 2.406 orang belum mendapatkan
pekerjaan.
Untuk
tahun 2010 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 1.443 orang, sedangkan
perempuan sebanyak 963 orang, sedangkan pencari kerja perempuan yang dapat
ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu 867 (90%), dan laki-laki
sebesar 144 (10%).
Dari segi pendidikan, lulusan SLTA
menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat
pendidikan mencapai angka 55%.
Dalam
hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami
kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja
yang tedaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam
tabel 12 di bawah ini.
Tabel
: 12
Jumlah
Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Yang
Terdaftar
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Pencari
Kerja
|
2.406
|
|
2
|
Yang
ditempatkan
|
794
|
|
3
|
Lowongan
Kerja
|
542
|
|
4
|
Sisa
Pencari Kerja
|
2406
|
|
Sumber
: Data Desa Loyang
Dari
tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2010 pencari kerja mengalami
kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan
antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja yang
dari segi kuantitasnya lebih sedikitor daripada pencari kerja.
Faktor
lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang memiliki, dikaitkan
dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.
9. PEMUDA DAN
OLAHRAGA
Dalam hal
kepemudaan,pada tahun 2010 tidak terlepas
dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maupun level RW,
sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah ± 15
orang,serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif dikepengurusan
Tingkat RW,baik pengurus aktif,maupun anggota biasa.
Sedangkan organisasi keolaragaan
yang ada di desa Loyang cukup variatif,namun semua organisasi tersebut masih dikelola
secara amatir, dan hanya menyaluran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi
keolahragaan dapat di lihat tabel 13 di bawah ini.
Tabel : 13
Data Klub / Perkumpulan Olahraga
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Klub
Olahraga Yang Terdaftar
|
Jumlah
|
keterangan
|
1
|
Klub
Sepakbola
|
6
|
|
2
|
Klub
Bola Volly
|
5
|
|
3
|
Klub
Bulu Tangkis
|
2
|
|
4
|
Klub
Tenis Meja
|
-
|
|
5
|
Klub
Senam Sehat
|
1
|
|
6
|
Klub
Jantung Sehat
|
-
|
|
7
|
Klub
Pencaksilat
|
1
|
|
8
|
Klub
Futsal
|
1
|
|
|
JUMLAH
|
16
|
|
Sumber : Data Desa
Loyang
Dari klub olahraga diatas, telah
banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili
Desa dan kontingan kecamatan, serta Tim PORDA kabupaten Indramayu pada beberapa
penyelenggaraan pesta olahraga. Disamping itu juga klub olaraga diatas, diantaranya
telah banyak meraih kejuaraan pada beberapa EVENT OLAHRAGA yang diadakan oleh
beberapa kepanitiaan, baik level kecamatan, kabupaten maupun tingkat propinsi.
10. KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang ada di desa Loyang merupakan modal dasar
pembangunan yang dilandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya
yang bernilai luhur mrupakandasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya
yang dijiwai oeh mayoritas kelurahan Nilai Agama Islam.Salah satu aspek yang
ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai
kelompok kesenian.
Pemerintah
terus pmembina kelompok dan organisasi kesenian yan ada walaupun denan
keterbatasan. Dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di
Desa Loyang terus berusaha, menjaga, merawat serta memeliharanya agar budaya
dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.
Beberapa kelompok kesenian yang ada di
Desa Loyang yang masih eksis dan terawat maupun kondisinya sangat
memprihatinkan diantaranya dapat dilihat pada tabel 14 di bawah ini.
Tabel
: 14
Data
Kelompok Budaya dan Kesenian
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Jenis Kelompok Kesenian
yang Ada
|
Jumlah Group
|
Status
|
1
|
Singa Depok
|
1
|
aktif
|
2
|
Pecak Silat
|
1
|
aktif
|
3
|
Qasidah
|
1
|
pasif
|
4
|
Genjring
|
3
|
Pasif
|
jumlah
|
6
|
|
Sumber
: data Desa Loyang
Keterangan
:
- Aktif : Masih sering dilakukan latihan rutin
- Pasif : melakukan latiha kalau mau ada pentas saja
Dibidng
pariwisata Desa Loyang terus berupaya memeihara satu-satunya lokasi wisata alam
yang bernama WANAWISATA WADUK KESAMBI, lokasi ini dari jaman setelah
kemerdekaan sampai sekarang masih sering dikunjungi terutama oleh wisatawan
domestik terutama sering digunkan menjadi kawasan CAMPING GROUND bagi sekolah
maupun organisasi kepemudaan lainya.
Nun
dengan demikian lokasi wisata alam ini belum tergali dan terpelihara secara
optimal mengingat dana yang amat tebatas sehingga hanya memanfaatkan lokasi
seadanya. Padahal bisa saja lokasi ini dikelola dengan baik, niscaya akan
menjadi lokasi tujuan wisata yang bakal menjanjikan dan yang paling cocok
lokasi ini diperuntukan misalnya bagi wisata CAMPING GROUND, WISATA AIR, WISATA
OLAH RAGA, WISATA KULINER, PEMANCINGAN maupun yang lainnya. Hampir setiap pekan
lokasi ini slalu dikunjungi oleh wisatawan sehingga dalam kepemimpnan kepala
Desa terpilih pada periode ini ( periode 2011 – 2015 ), lokasi WANAWISATA WADUK
KESAMBI menjadi salah satu program unggulan yang diusung dan menempati posisi 2
(dua) besar skala prioritas program kegiatan kepemimpnannya.
Disamping
itu pula , masih banyak budaya-budaya yang ada di Desa Loyang yang dulu sempat
ada dan sekarang menjadi tenggelam, dan hal ini perlu dikembalikan pada
beberapa tahun mendatang, sehingga anak cucu di desa Long akan teringat kembali
akan semua peninggalan budaya nenek moyngnya yang mana kondisi akhir-khir ini (
anak generasi/kelahiran 70 an sampai dengan sekarang ). Sudahnbanyak kehilangn
dan sudah tidak lagi mengenal lagi budaya leluhurnya.
11. TEMPAT
PERIBADATAN
Tabel 15 :
Tabel Tempt Peribadatan
Di Desa Loyang Tahun 2009
No
|
Jenis
|
Jumlah
|
Ket
|
1
|
Masjid
|
1
|
|
2
|
Musholah
|
35
|
|
3
|
Madrasah
|
3
|
|
Sumber
: data Desa Loyang
12. KEADAAN EKONOMI
a.
Pajak
dan Retribusi Desa
Pajak dna retribusi Desa Loyang
tahun 2010 mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Penerimaan pajak
dan retribusi pada desa tahun 2010 sebesar Rp.63.189.386,- untuk lebih jelasnya
dpat dilihat tabel di bwah ini :
No
|
Uraian
|
2008
|
2009
|
2010
|
1
|
Pajak
Desa
|
36.732.260
|
37.112.432
|
63.189.386
|
2
|
Retribusi
Desa
|
-
|
-
|
-
|
3
|
Lain-lain
|
57.219.000
|
69.345.000
|
94.500.000
|
Jumlah
|
93.951.260
|
106.457.432
|
157.689.386
|
Sumber
: Data desa Loyang
b.
Alokasi
Dana dan Desa Desa
Dana Desa pada
dasarny merupkan dana yang bersumber dari APBD kabupaten Indramayu yang
dialokasikan kepada Desa untuk mendanai kebutuhan Desa dalam rangka pelaksanaan
Desentralisasi. Untuk Desa loyang besrnya alokasi dana Desa ( ADD/ADK) 3 (Tiga)
tahun terakhir (2008-2010) adalah sebagimana bisa dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel : 17
Bsar Alokasi Dana Desa/DADU
Desa Loyang Tahun 2008-2010
No
|
Tahun
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
2008
|
100.400.000
|
Turun
|
2
|
2009
|
100.400.000
|
Tetap
|
3
|
2010
|
93.920.000
|
Turun
|
Sumber : data Desa
Loyang
13.
SUMBER
PENERIMAAN DESA LAINNYA
Sumber penerimaan desa
lainnya di Desa Loyang dalam kurun waktu 2008-2010 adalah dari berbagai sumber.
Sumber-sumber tersebut unutk lebih jelasnya da[at di lihat pada tabel di bawah
ini :
14.
PRASARANA
DAN SARANA SOSIAL EKONOMI
Pada umumnya jenis
sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Loyang berupa usaha perdagangan, terutama
warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil.
Di samping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang
punggung ekonomi masyarakat desa loyang adalah sektor pertanian dan perkebunan,
perikanan, peternakan dengan skala kecil.
Hal ini yang menjadikan
Desa Loyang maupu Desa-desa yang ada di Kecamatan Cikedung menjadi beda dengan
d Desa dan kecamatan laina di Kabupaten Indramayu.
Adapun jumlah warung
yang menjual kebutuhab sehari-hari di Desa Loyang sebanyak 72 buah. Sedangkan
jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian pertanian dan perkebunan, perikanan,
peternakan, sebanya 2.153 orang, 34,32% dari jumlah penduduk desa loyang.
15.
TRANSPORTASI
DAN PERHUBUNGAN DESA LOYANG
Paanjang jalan di Desa Loyang pada tahun 2010 sepanjang
13.7 Km (13.700 m) yang terdiri dari atas jalan kabupaten 5 km serta jalan Desa
sepanjang 8.7 Km.
Mulai tahun 2008 saran atransportasi penduduk Desa Loyang
sebagian besar menggunakan kendaraa pribadi sepeda motor dengan perkiraan
sebanya 1.500 motor, sedangjkan kendaraan roda empat sebanya 38 mobil
16.
TELEKOMUNIKASI
DAN INFORMASI
Penggunan jaringa
komunikasi di Desa Loayng kususnya sambungan telepon seluler telah ada. Jumlah
sambungan yang ada (konsumen) yang menggunakan jasa telepon seluler telah
mencpai ± 2350 orang.
Selanjutnya jasa PT.POS Indonesia amat membentu
mobilisasi komunikasi dan distribusi barabg dan jasa pos, sehingga berbagai
transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semkain mudah
dijangkau.
17.
PENGAIRAN
DAN KEIRIGASIAN
Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka
memenuhi kebutuhan para petani sawah, tanaman palawija. Kondisi jaringan
irigasi di Desa :Loyang pada tahun 2010 ini kondisinya sangat memprihatinkan,
mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal,
sedangkan pad musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya
saluran irigasi di Desa Loyang sebagai akibat dari pendangkalan ( sedimentasi )
saluran air. Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dri hutan sebagai
akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh
kurangya pengwasan dari pihak terkait (kehutanan), KSDA,dll).
Dari
kondisi di atas, pemerintah desa Loyang merasa perlu melakukan trobosan dalam
upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan
yang menjadi super program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang
ini.
Namun upaya ini terhambat karena kurang
adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat
untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80 %
masyarakat desa loyang memerlukan air untuk membuat sawah menjadi produktif dan
berkualitas.
18. DRAINASE
Sestem drainase merupakan sistem
pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem
drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau di sebut drainase
makro, dan ini menjadi sistem yang
hampir seluruhnya di gunakan di desa loyang, serta sistem yang melalui
saluran-saluran lingkungan atau di sebut drainase mikro.
Drainase makro sebagian besar di
alirkan ke sungai Cibelerang, dan sungai Cipanas.
19. AIR BERSIH
Air bersih merupakan salah satu
kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum,
memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih,
saat ini penduduk desa loyang sebagian besar masih menggunakan mata air
konvensional (Non PAM), sedangkan yang menggunakan sumur kompa sebanyak = 2.528
rumah tangga atau 79%, sumur gali sebanyak = 32 rumah tangga atau =1% sungai
sebanyak = 640 rumah tangga, atau sebesar = 20%. Untuk lebih jelasnya mengenai
masalah jenis sumber air yang di gunakan masyarakat dapat dilihat pada tabel
dibawah ini 18 ini.
Tabel
: 18
Jenis
Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Jenis Sumber
Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat
|
Jumlah Rumah
Tangga Pengguna
|
Presentase (%)
|
1
|
PAM
|
-
|
-
|
2
|
Sumber
Pompa
|
2.528
|
79
|
3
|
Artesis
|
-
|
-
|
4
|
Sumur
gali
|
32
|
1
|
5
|
Fasilitas
air bersama
|
-
|
-
|
6
|
Kali/sungai
|
640
|
20
|
Sumber : Data Desa Loyang
20. AIR LIMBAH
Jenis limbah yang
terdapat di desa loyang di bedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu: Limbah Domestik
dan Limbah Non Domestik. Limbah Domestik merupakan limbah rumah tangga dari
kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan Limbah Non Domestik adalah limbah
yang di hasilkan oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan
padi, limbah ternak dan sebagainya.
Sistem pembuangan
limbah domestik di desa loyang selain menggunakan jamban kel;uarga berupa
septictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai dan pembuanaga langsung ke saluran
drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tuhun 2010 ini, sudah
sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septik.
21. ENERGI
Pada umumnya masyarakat
desa loyang sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik, mengingat jaringan
lisrtik sudah sampai ke setiap RW sedesa loyang, hanya masih ada beberapa rumah
tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka
umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya. Jumlah rumah
tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Loyang pada tahun 2010 sebanyak
2.731 rumah tangga.
22. MUSIM
Di
Desa Loyang ada dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
23. POLA PENGGUNAAN
LAHAN PERTANIAN
1. Lahan
Sawah di musim penghujanditanami padi dan musim kemarau ditanami palawija, atau
bahkan masih ada petani yang memaksakan untuk menanam padi.
2. Lahan
pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon buah dan kayu bahan
bangunan.
24. KONDISI
PEMERINTAHAN DESA
a.
Pembagian
Wilayah
Luas wilayah Desa
Loyang
Pekarangan : 251 Ha
Pemukiman : 106 Ha
Sawah : 444 Ha
Pangangongan : 177 Ha
Perkebunan : 628 Ha
Hutan Negara : 2.200 Ha
Jumlah : 3.806 Ha
Desa
Loyang terdiri dari 5 Dusun, 10 RW dan 35 RT yaitu :
-
Dusun I (RW. 01
s.d RW. 02, terletak disebelah timur)
-
Dusun II (RW. 03
s.d RW. 04, terletak disebelah selatan)
-
Dusun III (RW.
05 s.d RW. 06, terletak disebelah tengah)
-
Dusun IV (RW. 07
s.d RW. 08, terletak disebelah tengah)
-
Dusun V (RW. 09
s.d RW 10, terletak disebelah utara)
b.
Struktur
Organisasi Pemerintahan Desa
STRUKTUR ORGANISASI TATA KERJA DESA
LOYANG
(SOTK Desa) POLA MAKSIMAL
25. KONDISI CATATAN
SIPIL
a.
Pelayanan
Catatan Sipil
Pelayanan
yang berkaitan dengan pengaturan kependeudukan yaitu, KK, KTP, NIK (surat
pengantar saja), serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil berupa akta kelahiran, akta kematian, akta
perkawinan, dan akta-akta lainnya. Jumlah cakupan layanan pendaftaran penduduk
dan catatan sipil pada tahun 2010 terdiri dari NIK berjumlah = 0 buah, Kartu keluarga = 375
buah, KTP = 560 buah, dan akta-akta lainnya sebanyak = 215 buah.
Untuk lebih jelasnya mengenai
layanan catatan sipil dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel
: 19
Data
Pelayanan Catatan Sipil
Di
Desa Loyang Tahun 2010
No
|
Jenis Layanan
|
Jumlah
|
Ket.
|
1
|
NIK
|
-
|
|
2
|
KK
|
375
|
|
3
|
KTP
|
560
|
|
4
|
Akta-akta Catatan Sipil
|
215
|
|
5
|
Akta-akta lainnya
|
-
|
|
Sumber
: Data Desa Loyang
b.
PERIJINAN
Di
Desa loyang, kesadaran masyarakat dalam hal pembuatan perijinan masih sangat
minim terutama dalam hal ijin mendirikan bangunan, adapun jenis perijinan yang
ada dan sering dibuat oleh masyarakat adalah :
-
Ijin Peruntukan
Penggunaan Tanah (IPPT)
-
Ijin mendirikan
Bangunan (IMB)
-
Ijin Gangguan
(HO)
-
Ijin Usaha
Perdagangan (SIUP)
-
Ijin Penggunaan
Dan Pemanfaatan Air Tanah
-
Ijin Usaha
Pertambangan Bahan Galian Golongan C
c.
APARATUR
PEMERINTAHAN
Jumlah
pegawai di lingkungan pemerintahan Desa Loyang tahun 2010 sebanyak 1 orang
Kuwu, 1 orang Sekertarie Desa, 5 orang Kaur, 7 orang Bekel/Kepala Dusun. Unutk
jelasnya dapat dilihat dari tabel di bawah ini :
Tabel
: 20
Jumlah
Aparatur Pemerintahan Dan Anggota Pemerintahan
Di
Desa Loyang Tahun 2013
No
|
Jenis
Layanan
|
Jumlah
Layanan
|
Keterangan
|
1
|
Kepala
desa / Kuwu
|
1
|
|
2
|
Sekertaris
Desa
|
2
|
|
3
|
Kepala
Urusan
|
5
|
|
4
|
Kepalan
dusun/Bekel
|
7
|
|
5
|
Ketua
Rw
|
10
|
|
6
|
Ketua
Rt
|
37
|
|
Sumber : Data Desa Loyang
d.
ISU
STRATEGIS
Isu strategis permasalahan yang
berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode 5 tahun
sebelumnya dan memiliki dampak jangka bagi keberlanjutan pelaksanaan
pembangnan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Isu strategis pembangunan desa
:
a. Kualitas
pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian
masyarakat Desa Loyang seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana dan
prasarana, yang bertumpu pada kurannya alokasi dana yang ada dan kualitas
aparatur pemerintahan.
b. Kompetensi
dan daya saing penduduk usia produktif/angkata kerja di desa Loyang masih
dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan
peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat
berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
c. Pertumbuhan
ekonomi yang relatif lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembeng
dam memberikan pendapatan secara merata kepada segenap masyarakat hal ini masih
terdapatnya masyarakat Desa Loyang berada di bawah garis kemiskinan
d. Kondisin
lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai eksploitasi, terutama
terjadinya pembalkan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan
secara umum.
e. Masih
rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian,
jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpunya lokasi persekolahan, belum
optimalnya kawasan Wanawisata Waduk Kesambi, sampai pada kurang berjalannya
bentuk-bentuk perekonomian Desa, dan juga fasilitas olahraga serta pelayanan
kesehatan masyarakat, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.