Senin, 28 Oktober 2013

profil desa loyang

PROFIL DESA
1.      Sejarah Desa
a.      Legenda Desa (Sasakala)
Menurut penuturan beberapa nara sumber bahwa berdasarka perkiraan sejarah versi Babad Cirebon antara lain menyebutkan bahwa Prabu Indrawijaya ( Arya Wiralodra ) memeluk agama Islam sambil menyerahkan daerah Indramayu kepada Cirebon ( Sunan Gunung Jati - Cirebon) pada tahun 1528 M.
Perkiraan lain dikaitkan dengan versi sejarah prjuangan Mbah Kuwu Sangkan alias Pangeran Cakrabuana alias Walangsungsang dan Syekh Kaha Syarif Hidayatullah, Ketika di utus menghadap Syekh Quro (di pulau bata banten), Setelah mendapat wejangan yang cukup dari Syekh Quro, mbah kuwu Sangkan dan Syekh Syarif hidayatullah mendapat tugas baru yaitu menyebarkan ajaran Syari’at islam (Nabi Muhammad SAW) ke daerah Indramayu, yaitu “Kampung Cempaka” atau desa “Lawas” yaitu daerah yang terletak 1 Km sebelah timur Desa Amis. Dalam penyebarannya ada pula sekelompok orang yang membangkang karena takut di “Sunat” dan tidak mau mengikuti ajarn syare’at islrah , sehingga terjadi peperngan dan pertumpahan darah, di suatu daerah yang sekarang disebut di Desa AmisK, karena tidak kuat melawan para santri Mbah  Kuwu  Sangkan mereka melarikan diri ke daerah hutan, para santia Mbah Kuwu Sangkan mengejarnya dan berhenti sampai daerah Sarjam/Lungbata (± 1 Km sebelah timur Desa Loyang ) yang merupakan suatu padukuhan markas pertahanan santri mMah Kuwu Sangkan jika orang – orang tersebut kembali dan Cadas Pangeran ( Sawah Onyam ) merupakan tempat peristirahatan pasukan kuda para pinangeran sehingga dulunya sawah Onyam tidak dapat ditanami padi karena tanahnya bercampur Cadas. Karena dianggap mereka tidak akan kembali maka oleh mbah Kuwu Sangkan disisihkan, di suatu daerah yang sekarang disebut Hutan Sinang Loyang.
            Kata Sinang berasal dari kata “Si” yang berarti “Sisih” dan “Nang” yang berarti “Enang” artinya Disisihenang (Cirebon) atau Disisihaken (Indramayu). Keterangan lain bahwa Sinang asalnya “Sunang” berasal dari kata”Su” artinya “Siluman” dan “Nang” artinya “Surawenang” (Prabu Surawenang) seorang raja siluman dari hutan Siwalan yaitu Ki Dusta, Ki Brangbang, Ki Koang. Sampai sekarang masyarakat masih meyakini bahwa mereka penghuni hutan Sinang.
            Dengan perkiraan pendekatan secara logis kapan dan siapa yang mendirikan desa loyang/padukuhan Loyang sangat sulit untuk dipastikan, namun berdasarkan bukti-bukti sejarah dan peninggalan sejarah seperti “Bata Merah” yang masih asli, tidak bercampur pasir/dedek padi. Serta padukuhan-padukuhan seperti Ki Lajem (Desa Loyang setelah selatan), dan Adi Raja ( desa Loyang sebelah  utara ). Adi Raja merupakan padukuhan Ki Gelar yaitu Adik dari seorang Raja yang bernama Ki Agrantaka ( desa Rajaiyang) dalam menyebarkan agama Islam. Sehingga masyarakat Loyang meyakini bahwa leluhur (Nenek Moyang) merek adalah salah seorang muslim yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Mereka meyakininya dengan sebutan “Ki Gelar” dan Istri Ki Gelar yang diyakini membawa berkah dan dapat melindungi anak cucunya.
            Seiring berjalannya waktu dan jumlah penduduk yanag semakin bertambah maka terbentuklah daerah padukuhan, tersebut terdapata sebuah sumur tua yang airnya tidak pernah habis walaupun pada musim kemarau, yang disebut “Sumur Laban” (di sebelah barat Desa Loyang sekarang/sebelah timur blok Sambi lanjeng) di dalam sebuah sumur tersebut terdapat banyak ikan salah satunya “Ikan Wadon” masyarakat sekitar padukuhan menyebutnya ikan loyang, oleh karena itu selanjutnya padukuhan tersebut dinamakan padukuhan Loyang.
b.      Terbentuknya Desa Loyang
Catatan sejarah desa Loyang menerangkan pada masa Orde Baru Desa Loyang masih berbentuk sebuah dusun yang dipimpin sebuah bekel/kepala dusun, karena msih merupakan bagian dari wilayah pemerintah Desa Amis, secara berangsur-angsur penduduk Desa Loyang semakin bertambah dan berkembang, karena sudah dianggap memadai jumlah penduduk yang semakin banyak dan wilayah pemukinan yang cukup luas. Maka pada tahun 1982 terbentuk Desa Loyang yang merupakan pemekaran dari Desa Amis. Wilayah Desa Loyang terangkum dalam wilayah kecamatan Cikedung. Adapun silsilah Kuwu di Desa Loyang adalah :
1.      L, Abdullah  (PJS, Th 1980 – 1982 ), Juru Tulis Sartono,
2.      Edi D Junaedi ( PJS, Th 1982 – 1984 ), Juru Tulis Sartono,
3.      Sukenah, ( Devinitife, Th 1984 – 1993 ), Juru Tulis Ato Illah,
4.      Ahmad Subarjo, ( Devinitifeu, Th 1993 – 2001 ), Juru Tulis Ato Illah,
5.      H. Taman Johari, ( Devinitife, Th 2001 – 2011 ), Juru Tulis Ato Illah,
6.      Ahmad Subarjo, ( Definitife, Th 2011 s/d sekarang ), Juru Tulis Ato Illah.
       Kedudukan Kuwu di Desa Loyang dianggap sebagai tokoh yang dapat
melindungi warga masyarakat dari gangguan keamanan dan sebagai pelayan masyarakat baik pelayanan public maupun pelayanan administratif di Desa Loyang.
       Masyarakat Loyang pada umumnya bersifat religius menjunjug tinggi nilai-nilai keagamaan dan ramah. Kaum ulama dianggap tokoh karismatik karena dianggap memiliki prilaku baik, pemimpin spiritual menjadi penengah dalam mengambil kebijakan untuk kepentingan masyarakat Desa Loyang.
       Desa Loyangmerupakan Desa yang terisolir di wilayah kecamayan Cikedung, karena di batasi oleh dua sunagi alam yaitu sebelah timur  “Sungai Cibelerang “ dan sebelah barat “ Sungai Cipanas “, selama ini masyarakat Desa Loyang berperan aktif bersama pemerintah Desa untuk terus berusaha dalam meninkatkan sektor-sektor pembngunan, baik pembengunan bidang fisik/sarana prasarana, bidang keagamaan dan sosial budaya, pendidikan, pertanian, pengembangan sumber daya alam, serta bidang perekonomian masyarakat kecil dan menengah.
       Kebudayaan atau adat istiadat masih melekat kental di masyarakat Desa Loyang sejak jaman dahulu samapai sekarang, seperti : Mapag Tambah, Mapag Sri, Sedekah Bumi, Ngupat, Nujuh Bulan, Rasulan, dll.
Aset Desa Loyang begitu melimpah diantaranya waduk kesambi sebagai objek wisata/Wanawisata Waduk Kesambi dan sebagai Embung air untuk pertanian pada musim kemarau. Patilasan Sumur Santri, Sumur Watu, Sumur Laban, Sumur Kejayan merupakan aset masyarakat Desa Loyang yang dapat dikembangkan sebagai wisata religi.
Waduk Kesambi merupakan aset masyarakat Desa Loyang yang terletak di kawasan Hutan Negara BKPH Jati Munggul, KPH Indramayu yang berada di dalam pangkuan wilayah administratif Desa Loyang.
2.      SEJARAH PEMBANGUNAN DESA
Tabel : 1
SEJARAH PEMBANGUNAN DESA
TAHUN
KEJADIAN YANG BAIK/KEBERHASILAN
KEJADIAN YANG BURUK/KEGGALAN
1961
Dibangunnya SD Negeri pertama di Desa Loyang sumber dan swadaya murni

1967
Dibangunya madrasah Hidayatul Mubtadi`ien di Desa Loyang

1974
Pembuatan Jembatan gantung, sumber dana dari swadaya murni,

1975
Pembanguna saluran irigasi Cibelerang, 1 sumber dana dari APBD

1975
Di bangunnya SD Inpres Mekar Jaya, sumber dana dari APBN

1978

Jebolnya Tanggul Benungan Cibelerang 1
1978

Hanyutnya Jembatan Gantung
1981
L.Abdullah pejabat Desa persiapan, Desa Loyang

1981
Dibangunnya SD Inpres Adi raja sumber dan dari APBN

1981
Perkerasan Jalan Kabupaten yang pertama kalinya, sumber dana dari APBD

1982 –
1983
Edi Junaedi Pejabat Desa Persiapan, Desa Loyang

1982
Relokasi madrasah hidayatul Mubtadi`ien dari Dusun Karang Anyar ke Dusun 1

1982
Pemilihan Umum wakil-wakil rakyat

1984
Terbentuknya Desa Loyang hasil pemekaran dari Desa Amis

1984
Pemilihan Kepala Desa Loyang periode 1984 – 1993, saat itu pesertanya :
1.      L, Abdullah,
2.      Sukenah
Sebagai Kades terpilih adlah Ibu Sukenah.
Terjadinya gesekan antara sebagian masyarakat Desa Loyang dengan masyarakat Desa Amis secara besar-besaran
1985
Dibangunya Balai Desa Loyang yang terletak di sebelah barat daya lapang sepak bola

1986
Pembuatan jalan Desa dari lapangan sepak bola ke Dusun Kesambi Lanceng

1987
Pembuatan Waduk Kesambi oleh Pabrik Gula Jati Tujuh

1987
Pemilihan umum wakil-wakil rakyat

1988
Relokasi Madrasah Hidayatul Mubtadi`ien dari Dusun 1 ke Dusun IV blok Masjid

1990
Relokasi kantor Balai Desa ke arah barat laut lapang sepak bola

1990
Rehabilitasi Jembatan Gantung

1992
Pemilihan umum wakil-wakil rakyat

1992
ABRI Masuk Desa ( AMD )

1993
Pemilihan kepala Desa periode 1993-2001. Pesertanya :
1.      Ibu Sukenah
2.      Akhmad Subarjo
3.      Taman Johari
Sebagai Kades Ahmad Subarjo
Terjadinya longsor di Blok Kuburan yang memutuska akses jalan utama sehingga jalan utam dipindah
1993
Pengaspalan jalan kabupaten dari batas Desa Amis smpai bats Desa Jati Mulya

1994
Rehbilitasi Masjid jami Baiturrohman Desa Loyang. Sumber dana dari swadaya masyarakat murni.

1995
Relokasi Kantor Balai Desa Loyang

1996
Dibangunya Madrasah Al Azhar yang berlokasi di Dusun V, Sumber dana dari swadaya masyarakat murni

1996
Listrik masuk Desa

1997
Pemilihan umum wqkil-wakil rakyat

1997
Perekrasan jalan Desa yang pertama kali, sumber dana dari P3DT

1997
Pembangna longsoran di blok kuburan, sumber dana dari P3DT

1999
Pemilhan wakil-wakil rakyat
Terjadinya penjarahan/pembalakan hutan liar secara menyeluruh
2000
Pembuatan senderan longsoran di Blok Kuburan, sumbr dana dari PDMDKE

2000
Pengaspalan jalan Desa sepanjang 500 m yang pertama kal dari program setatariksa

2000
Pemilihan secara langsung anggota BPD yang pertama

2001
Pembangnan Bendungan Cibelerang II, Sumber dana APBD

2001
Pembangunan Madrasah Tarbiyatul Mubtadi`ien di dusun II Kesambi Lanceng dengan sumber dana dari ADD.

2002
Pembuatan sumber Air dalam 2 lokasi di blok kuburan dan Jetut dari program P2AT

2003
Pembuatan pompa air pertanian di Blok Onyam dari program P2AT.

2003
Perkerasan jalan Desa sepanjang 3.900 M dari sumber dana PPK Kecamatan Cikedung.

2004
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden

2004
Rehabilitasi Total Jembatan Gantung dari bantuan Pabrik Gula Jatitujuh.

2005
Perkerasan Jalan Desa di Blok Kesambilanceng sampai dengan Bendungan Cupanas dari sumber dana PPK Kecamatan Cikedung
Terjadi Penggerusan Tanah saluran air Gorong-gorong tengah di dusun 1
2005
Pembangunan Jembatan Pendil Keli Sungai Cibelerang dari Sumber Dana APBN

2005
Rehabilitasi Total Kantor Balai Desa Loyang

2006
Pilkada Bupati / Wakil Bupati, yang dimenangkan oleh Pasangan IRIANTO MS SYAFIUDDIN & HERRY SUDJATI

 2006
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun I dan IV sepanjang 1.300 M Dari Sumber Dana PPK Kecamatan Cikedung

2006
Pembuatan Jembatan Pertanian di Blok Redem dari Sumber Dana ADD

2007
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun I,II,III sepanjang 3.400 M dari sumber dana PPK Kecamatan Cikedung

2007
Rehabilitasi Total SD Negeri Loyang I

2007
Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.900 M dari Sumber Dana APBD II

2007
Pembuatan Jembatan Pertanian di Blok Sawah Gede dari Sumber Dana Raksa Desa

2008
Pilkada Gubernur Jawa Barat yang pertama yang dimenangkan oleh Pasangan Ahmad Heryawan & Dede Yusup.

2008
Penambahan Pembangunan Gedung Madrasah Hidayatul Mubtadi’ien dari Sumber dana PNPM Mandiri Pedesaan

2008
Program Air Bersih di Dusun I,II,IV,V dari Sumber Dana APBN

2008
Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.100 M dan Pembuatan Jalan Setapak di Dusun I,II,III,IV,V Program PPIP dari Sumber Dana APBN

2008
Pembangunan Gedung TK Pelita Harapan di Dusun IV dari Sumber Dana APBN II

2008
Rehabilitasi Total Gedung SD Negeri Loyang II

2009
Renovasi Puskesmas Pembantu di Dusun IV dari Sumber Dana APBN II

2009
Pembangunan Lanjutan Gedung TK Pelita Harapan di Dusun IV dari Sumber Dana PNPM Mandiri Pedesaan

2009
Rehab Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 1.750 M dari Sumber Dana APBD II

2009
Perkerasan Gang Desa Di Dusun I,II,III,IV,V dari sumber Dana APBD II.

2010
Pengaspalan Jalan Desa se[anjang 2.000 M dari Sumber Dana APBD II

2010
Perkerasan Jalan Desa sepanjang 400 M di Dusun II dari Sumber Dana APBD II

2010
Rehabilitasi Total Gedung Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien di Dusun II dari Sumber Dana ADD.

2010
Pilkada Bupati / Wakil Bupati, yang dimenangkan oleh Pasangan Hj. Anna Sophanah & H. Supendi,M.Si

2010
Pembuatan TPT Jalan Desa di Dusun III,IV,V sepanjang 2.804 M dari Sumber Dana PNPM Mandiri Pedesaan

2011

Demo sebagian Masyarakat mengenai Proyek Penggalian Tanah Merah. Untuk pengurugan Pembangunan Gardu Induk Listrik di Desa Plosokerep Kecamatan Terisi

3.       Demografi
a.Letak Geografis
   Desa Loyang terletak antara 6º51’ - 6º55’ Lintang Selatan dan 108º12’ - 108º18’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 3.806 Ha, yang terdiri dari 5 Dusun dengan 10 Rukun Warga (RW) dan 35 Rukun Tetangga (RT). Desa Loyang memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut :
Sebelah Utara     : Desa Jatimulya
Sebelah Timur    : Desa Amis
Sebelah Selatan  : Kab. Majalengka
Sebelah Barat     : Desa Jatimunggul
   Secara visualisasi , wilayah administratif dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Loyang Sebagaimana gambar dibawah ini:
b.      Topografi
            Desa Loyang merupakan Desa yang berada di daerah dataran rendah, dengan ketinggian antara 6-14 M dpl (diatas permukaan laut ). Sebagian besar wilayah Desa Loyang adalah kawasan hutan. Disebelah Utara dibatasi dengan sungai Cipanas sekaligus sebagai batas dengan Desa Jatimulya, sebelah timur dibatasi oleh Jalan Pertamina yang sekaligus menjadi batas dengan Desa Amis, dan sebelah selatan dengan hutan Cibenda yang merupakan batas dengan wilayah Kabupaten Majalengka, sebelah barat dibatasi oleh sungai Cipanas sekaligus sebagai batas dengan Desa Jatimunggul.
c. Hidrologi dan Klimatologi
            Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah Desa Loyang membentuk pola Daerah Aliran Sungai, Tercatat beberapa sungai maupun solokan baik skala kecil,sedang,dan besar, terdapat di Desa Loyang seperti :
-                      Sungai Cipanas (Terbesar,merupakan batas wilayah dengan Desa Jatimunggul dan Jatimulya),
-                      Sungai Cibelerang,
-                      Sungai Cibubul / Rambi,
-                      Solokan Cadas
-                      Solokan Umbul
-                      Waduk Cirakit
-                      Waduk Kesambi
-                      Waduk Buburgadung
            Disamping itu ada pula beberapa embung air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air untuk pertanian.
           Embung air utama yang menghidupi masyarakat Desa Loyang adalah diantaranya :
1.                Waduk Kesambi,
2.                Waduk Cirakit,
3.                Waduk Buburgadung,
4.                Irigasi Cibelerang I,
           Secara umum akhir-akhir ini terjadi penurunan kualitas curah hujan dan jumlah hujan dibanding keadaan selama tahun-tahun sebelumnya, hal ini dapat menjadi sangat berpengruh terhadap beberapa sumber embung air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat penggarap sawah. Ditunjang pula oleh terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali, akibat kurangnya pengawasan dari semua pihak terkait.
d.      Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
           Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Loyang digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukan bahwa Kawasan Desa Loyang memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah seluas 444 Ha, Semi Teknis 125 Ha, Tadah Hujan 319 Ha, dan yang lainnya berupabpekarangan 251 Ha, Pemukiman 106 Ha, Perkebunan swasta 628 Ha, Pangangonan 177 Ha, hutan Negara 2.200 Ha, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya dapat diihat pada tabel berikut ini.


Tabel : 2
Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan
Di Desa Loyang Tahun 2007
Sawah (Ha)
Darat (Ha)
Teknis
½ Teknis
Tadah Hujan
Pekarangan Pemukiman
Perkebunan Swasta
Penganngonan
Hutan Negara
Lain-lain
-
125
310
357
628
177
2200
-

4.      KEADAAN SOSIAL
a.KEPENDUDUKAN
         Penduduk desa Loyang berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2010 tercatat sebanyak 6.674 jiwa, tahun 2009 sebanyak 6.265 jiwa, tahun 2008 sebanyak 6.211 jiwa, tahun 2007 sebanyak 6.140 jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnya rata-rata sebesar 0.72%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 3 di bawah ini.
Tabel :3
Jumlah Penduduk Desa Loyang
Tahun 2008-2010
No
Tahun
Jumlah
Laju Pertumbuhan
1
2008
6.211 jiwa
1.15%
2
2009
6.265 jiwa
0.87%
3
2010
6.274 jiwa
0.14%

Tangga /KK, Tahun 2009 sebanyak 3.013 Rumah Tangga / KK, Tahun 2010 sebanyak 3.040 Rumah Tangga / KK. Untuk lebih jelasnya dapat diihat pada tabel 4 di bawah ini.
Tabel : 4
Luas Daerah, Jumlah Rumah Tangga, Kepadatan/km2
Rata-rata Rumah Tangga dan Sex Ratio
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
RW / Dusun
Jumlah
Rumah Tangga
Kepadatan
Per km2
Sex ratio
1
Rw.01
342


2
Rw.02
275


3
Rw.03
336


4
Rw.04
285


5
Rw.05
286


6
Rw.06
260


7
Rw.07
291


8
Rw.08
336


9
Rw.09
294


10
Rw.10
335


Jumlah
3.040



            Proyeksi jumlah penduduk di Desa Loyang Tahun 2011 berjumlah 6.358 jiwa, Tahun 2012 berjumlah 6.412 jiwa.
b.      Indeks Pembangunan Manusia
           Perkembangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Loyang Tahun 2008 s.d. Tahun 2010 dapat dilihat pada tabel di baawah ini.
Tabel : 5
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Desa Loyang 2008-2010
No
Uraian
2008
2009
2010
1
Indeks Pendidikan
81.25
90.12
98.07
2
Indeks Kesehatan
66.34
69.05
70.85
3
Indeks Daya Beli
90.72
94.91
96.15
Target IPM Kec. Cikedung
95.77
98.05
99.07
Target IPM Kab. Indramayu
85.66
90.50
95.88
Realisasi IPM
85.97
90.89
96.30
Sumber : RPJMD Kabupaten Indramayu tahun 2009- 2013
Indeks Pendidikan dan Daya Beli memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Desa Loyang, sehingga membuat Desa Loyang IPM-nya dapat melebihi target IPM Kabupaten Indramayu.
5.      KESEHATAN
            Tenaga kesehatan di Desa Loyang tahun 2010 terbagi atas medis/dokter 0 orang, keperawatan 2 orang, bidan 1 orang, dukun berank 2 orang, dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 48 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel : 6 berikut ini.
Tabel : 6
Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat
Di Desa Loyang Tahun 2010

No
Tenaga Kesehatan
Jumlah
Ket.
1
Medis
Dokter Umum
-

Dokter Spesialis
-

2
Keperawatan
Bidan
1

Perawat
2

3
Partisipasi Masyarakat
Dukun Bayi
2

Posyandu
8

Polindes
-

POD
-

Desa Siaga
40

Kader Kesehatan Aktif
-

Paraji Sunat
53

JUMLAH
53


Sumber : Data Desa, dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Loyang  

Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2010 adalah sebanyak = 108 jiwa, yang terdiri atas bayi lahir hidup sebanyak = 105 jiwa, bayi mati sebanyak = 3 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.

Tabel : 7
Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi
Di Desa Loyang Tahun 2008-2010

No
Uraian
2008
2009
2010
Rata-Rata
1
Bayi lahir Hidup
118
175
105
132
2
Jumlah Kematian Bayi
3
6
3
4
JUMLAH
121
181
108
136
  Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Mutiara Jaya Desa Loyang

6.      PENDIDIKAN
            Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah Investasi (modal) di masa yang akan datang.
                Di Desa Loyang tahun 2008-2010, jumlah dan guru tiap tahunnya mengalami peningkatan. Guru pada tahun 2010 berjumlah = 39 orang, dengan jumlah murid PAUD sebanyak 32 orang, SD sebanyak 687 orang, SLTP sebanyak = 206 orang, SLTA sebanyak = 0 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 8 di bawah ini.
Tabel : 8
Data Pendidikan / Sekolah Formal dan Non Formal
Di Desa Loyang Tahun 2008-2010

No
Uraian
PAUD
SD
SLTP
SLTA
1
Guru
3
27
9
-
2
Murid
23
687
206
-
Sumber : Data Desa Loyang
     Pada masa kepemimpinan kepala desa ini, jumlah sarana prasarana sekolah, maupun jenjang terus diupayakan baik kuantitas maupun kualitas baik itu negeri maupun swasta, dari mulai TK / PAUD/ RA s.d. SLTA.
     Adapun jumlah sarana prasarana pendidikan di Desa Loyang terdiri dari jenjang TK s.d SLTA baik formal maupun nonformal. Nama dan jumlah sarana pendidikan yang ada di Desa Loyang untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9 di bawah ini.
Tabel : 9
Data Sarana dan Prasrana Pendidikan
Di Desa Loyang Tahun 2008- 2010
No
Nama Sekolah
Jenjang
Status
Lokasi
Jumlah Murid
1
TK Pelita Harapan
TK
Swasta
RW. 08
Dusun IV

2
SDN Loyang I
SD
Negeri
RW. 07
Dusun IV

3
SDN Loyang II
SD
Negeri
RW. 07
Dusun IV

4
SDN Loyang III
SD
Negeri
RW. 08
Dusun IV

5
DTA Tarbiyatul Mubtadi’ien
MDA
Swasta
RW. 04
Dusun II
Kp. Sambilanceng

6
DTA Hidayatul Mubtadi’ien
MDA
Swasta
RW. 07
Dusun IV

7
DTA Al-Azhar
MDA
Swasta
RW. 10
Dusun V
Kp.  Karanganyar Lor

8
PKBM Endang Ayu
Non Formal
Swasta
RW. 08
Dusun IV

9
Pondok Pesantren Nasyatul Umamah
Non Formal
Swasta
RW. 05
Dusun III

10
SMPN Satu Atap Cikedung
Formal
Negeri
RW. 08
Dusun IV

Sumber : Data Desa Loyang
            Rekapitulasi jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Loyang, dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini.
Tabel : 10
Jenis dan Jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Jenjang
Jenjang
Lokasi
1
TK
1
Dusun IV
2
SD
3
Dusun IV
3
MDA
3
Dusun II, IV dan V
4
SMP
1
Dusun IV
5
SLTA
-
-
6
Perguruan Tinggi
-
-
7
PKBM
1
Dusun I
JUMLAH
9

Sumber : Data Desa Loyang

Jika melihat tabel 10 diatas, maka dapat disimpulkan bahwa loasi sekolah baik formal maupun non formal berdomisili di Dusun I,II,IV,dan V, sehingga di Dusun III tidak ada sama sekali jenis pendidikan formal, terutama pada jenjang SD, maka ini dijadikan target yang harus dapat terealisasi selambat-lambatnya pada akhir masa jabatan kepala desa periode ini.

7.      KESEJAHTERAAN SOSIAL (MASYARAKAT)
 Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosia. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 11 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di bawah ini.
Tabel : 11
Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Di Desa Loyang tahun 2009
No
Masalah Kesejahteraan Sosial
Jumlah
Kesejahteraan
1
Anak terlantar
-

2
Anak nakal
-

3
Anak balita terlantar
-

4
Anak jalanan
-

5
Lansia terlantar
-

6
Pengemis
3

7
Gelandangan
-

8
Korban NAPZA
-

9
Pekerja Sek Komersial
35

10
Eks Narapidana
12

11
Penyandang cacat
11

12
Penyandang cacat eks penyakit kronis
3

13
Keluarga miskin sosial
1.015

14
Keluarga bermasalah sosial psikologis
-

15
Keluarga rumahnya tidak layak huni
75

16
Wanita rawan sosial ekonomi
201

17
Pemulung
3

18
Janda PKRI
2

19
Korban bencana alam
-

20
Masyarakat yang tinggal di daerah bencana
-

21
Komunitas adat terpencil
-


8.      KETENAGA KERJAAN
        Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Loyang sampai akhir tahun 2008, masih menunjukkan keadaaan kondusif, walaupun pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Loyang adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksi sebelumnya.
        Jumlah angkatan kerja pada tahun 2010 sebanyak = 258 orang. Jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perushaan maupun jenis peerjaan lainnya = 794 orang, sedangkan sisanya sebesar = 2.406 orang belum mendapatkan pekerjaan.
        Untuk tahun 2010 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 1.443 orang, sedangkan perempuan sebanyak 963 orang, sedangkan pencari kerja perempuan yang dapat ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu 867 (90%), dan laki-laki sebesar 144 (10%).
Dari segi pendidikan, lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang  berhasil ditempatkan terhadap  total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 55%.
        Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang tedaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 12 di bawah ini.

Tabel : 12
Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Yang Terdaftar
Jumlah
Keterangan
1
Pencari Kerja
2.406

2
Yang ditempatkan
794

3
Lowongan Kerja
542

4
Sisa Pencari Kerja
2406

Sumber : Data Desa Loyang
            Dari tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2010 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikitor daripada pencari kerja.
            Faktor lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang memiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.
9.      PEMUDA DAN OLAHRAGA
          Dalam hal kepemudaan,pada tahun 2010 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah ± 15 orang,serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif dikepengurusan Tingkat RW,baik pengurus aktif,maupun anggota biasa.
Sedangkan organisasi keolaragaan yang ada di desa Loyang cukup variatif,namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya menyaluran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat di lihat tabel 13 di bawah ini.
Tabel : 13
Data Klub / Perkumpulan Olahraga
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Klub Olahraga Yang Terdaftar
Jumlah
keterangan
1
Klub Sepakbola
6

2
Klub Bola Volly
5

3
Klub Bulu Tangkis
2

4
Klub Tenis Meja
-

5
Klub Senam Sehat
1

6
Klub Jantung Sehat
-

7
Klub Pencaksilat
1

8
Klub Futsal
1


JUMLAH
16

Sumber : Data Desa Loyang
         Dari klub olahraga diatas, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa dan kontingan kecamatan, serta Tim PORDA kabupaten Indramayu pada beberapa penyelenggaraan pesta olahraga. Disamping itu juga klub olaraga diatas, diantaranya telah banyak meraih kejuaraan pada beberapa EVENT OLAHRAGA yang diadakan oleh beberapa kepanitiaan, baik level kecamatan, kabupaten maupun tingkat propinsi.
10.  KEBUDAYAAN
Kebudayaan yang ada di desa Loyang merupakan modal dasar pembangunan yang dilandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur mrupakandasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oeh mayoritas kelurahan Nilai Agama Islam.Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.
      Pemerintah terus pmembina kelompok dan organisasi kesenian yan ada walaupun denan keterbatasan. Dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Loyang terus berusaha, menjaga, merawat serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.
      Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Loyang yang masih eksis dan terawat maupun kondisinya sangat memprihatinkan diantaranya dapat dilihat pada tabel 14 di bawah ini.
Tabel : 14
Data Kelompok Budaya dan Kesenian
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Jenis Kelompok Kesenian
yang Ada
Jumlah Group
Status
1
Singa Depok
1
aktif
2
Pecak Silat
1
aktif
3
Qasidah
1
pasif
4
Genjring
3
Pasif
jumlah
6

Sumber : data Desa Loyang
Keterangan :
- Aktif : Masih sering dilakukan latihan rutin
- Pasif : melakukan latiha kalau mau ada pentas saja
            Dibidng pariwisata Desa Loyang terus berupaya memeihara satu-satunya lokasi wisata alam yang bernama WANAWISATA WADUK KESAMBI, lokasi ini dari jaman setelah kemerdekaan sampai sekarang masih sering dikunjungi terutama oleh wisatawan domestik terutama sering digunkan menjadi kawasan CAMPING GROUND bagi sekolah maupun organisasi kepemudaan lainya.
            Nun dengan demikian lokasi wisata alam ini belum tergali dan terpelihara secara optimal mengingat dana yang amat tebatas sehingga hanya memanfaatkan lokasi seadanya. Padahal bisa saja lokasi ini dikelola dengan baik, niscaya akan menjadi lokasi tujuan wisata yang bakal menjanjikan dan yang paling cocok lokasi ini diperuntukan misalnya bagi wisata CAMPING GROUND, WISATA AIR, WISATA OLAH RAGA, WISATA KULINER, PEMANCINGAN maupun yang lainnya. Hampir setiap pekan lokasi ini slalu dikunjungi oleh wisatawan sehingga dalam kepemimpnan kepala Desa terpilih pada periode ini ( periode 2011 – 2015 ), lokasi WANAWISATA WADUK KESAMBI menjadi salah satu program unggulan yang diusung dan menempati posisi 2 (dua) besar skala prioritas program kegiatan kepemimpnannya.
            Disamping itu pula , masih banyak budaya-budaya yang ada di Desa Loyang yang dulu sempat ada dan sekarang menjadi tenggelam, dan hal ini perlu dikembalikan pada beberapa tahun mendatang, sehingga anak cucu di desa Long akan teringat kembali akan semua peninggalan budaya nenek moyngnya yang mana kondisi akhir-khir ini ( anak generasi/kelahiran 70 an sampai dengan sekarang ). Sudahnbanyak kehilangn dan sudah tidak lagi mengenal lagi budaya leluhurnya.
11.  TEMPAT PERIBADATAN
Tabel 15 :
Tabel Tempt Peribadatan
Di Desa Loyang Tahun 2009
No
Jenis
Jumlah
Ket
1
Masjid
1

2
Musholah
35

3
Madrasah
3

Sumber : data Desa Loyang
12.  KEADAAN EKONOMI
a.      Pajak dan Retribusi Desa
Pajak dna retribusi Desa Loyang tahun 2010 mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya. Penerimaan pajak dan retribusi pada desa tahun 2010 sebesar Rp.63.189.386,- untuk lebih jelasnya dpat dilihat tabel di bwah ini :

No
Uraian
2008
2009
2010
1
Pajak Desa
36.732.260
37.112.432
63.189.386
2
Retribusi Desa
-
-
-
3
Lain-lain
57.219.000
69.345.000
94.500.000
Jumlah
93.951.260
106.457.432
157.689.386
Sumber : Data desa Loyang
b.      Alokasi Dana dan Desa Desa
            Dana Desa pada dasarny merupkan dana yang bersumber dari APBD kabupaten Indramayu yang dialokasikan kepada Desa untuk mendanai kebutuhan Desa dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Untuk Desa loyang besrnya alokasi dana Desa ( ADD/ADK) 3 (Tiga) tahun terakhir (2008-2010) adalah sebagimana bisa dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel : 17
Bsar Alokasi Dana Desa/DADU
Desa Loyang Tahun 2008-2010
No
Tahun
Jumlah
Keterangan
1
2008
100.400.000
Turun
2
2009
100.400.000
Tetap
3
2010
93.920.000
Turun
Sumber : data Desa Loyang
13.  SUMBER PENERIMAAN DESA LAINNYA
Sumber penerimaan desa lainnya di Desa Loyang dalam kurun waktu 2008-2010 adalah dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut unutk lebih jelasnya da[at di lihat pada tabel di bawah ini :
14.  PRASARANA DAN SARANA SOSIAL EKONOMI
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Loyang berupa usaha perdagangan, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil.
            Di samping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa loyang adalah sektor pertanian dan perkebunan, perikanan, peternakan dengan skala kecil.
Hal ini yang menjadikan Desa Loyang maupu Desa-desa yang ada di Kecamatan Cikedung menjadi beda dengan d Desa dan kecamatan laina di Kabupaten Indramayu.
Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhab sehari-hari di Desa Loyang sebanyak 72 buah. Sedangkan jumlah penduduk yang memiliki mata pencaharian pertanian dan perkebunan, perikanan, peternakan, sebanya 2.153 orang, 34,32% dari jumlah penduduk desa loyang.
15.  TRANSPORTASI DAN PERHUBUNGAN DESA LOYANG
            Paanjang jalan di Desa Loyang pada tahun 2010 sepanjang 13.7 Km (13.700 m) yang terdiri dari atas jalan kabupaten 5 km serta jalan Desa sepanjang 8.7 Km.
            Mulai tahun 2008 saran atransportasi penduduk Desa Loyang sebagian besar menggunakan kendaraa pribadi sepeda motor dengan perkiraan sebanya 1.500 motor, sedangjkan kendaraan roda empat sebanya 38 mobil
16.  TELEKOMUNIKASI DAN INFORMASI
Penggunan jaringa komunikasi di Desa Loayng kususnya sambungan telepon seluler telah ada. Jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang menggunakan jasa telepon seluler telah mencpai ± 2350 orang.
            Selanjutnya jasa PT.POS Indonesia amat membentu mobilisasi komunikasi dan distribusi barabg dan jasa pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semkain mudah dijangkau.
17.  PENGAIRAN DAN KEIRIGASIAN
            Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah, tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di Desa :Loyang pada tahun 2010 ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan pad musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di Desa Loyang sebagai akibat dari pendangkalan ( sedimentasi ) saluran air. Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dri hutan sebagai akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangya pengwasan dari pihak terkait (kehutanan), KSDA,dll).
Dari kondisi di atas, pemerintah desa Loyang merasa perlu melakukan trobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang ini.
            Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80 % masyarakat desa loyang memerlukan air untuk membuat sawah menjadi produktif dan berkualitas.

18.  DRAINASE
          Sestem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau di sebut drainase makro, dan ini menjadi  sistem yang hampir seluruhnya di gunakan di desa loyang, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau di sebut drainase mikro.
         Drainase makro sebagian besar di alirkan ke sungai Cibelerang, dan sungai Cipanas.

19.  AIR BERSIH
         Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa loyang sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM), sedangkan yang menggunakan sumur kompa sebanyak = 2.528 rumah tangga atau 79%, sumur gali sebanyak = 32 rumah tangga atau =1% sungai sebanyak = 640 rumah tangga, atau sebesar = 20%. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah jenis sumber air yang di gunakan masyarakat dapat dilihat pada tabel dibawah ini 18 ini.

Tabel : 18
Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat
Jumlah Rumah Tangga Pengguna
Presentase (%)
1
PAM
-
-
2
Sumber Pompa
2.528
79
3
Artesis
-
-
4
Sumur gali
32
1
5
Fasilitas air bersama
-
-
6
Kali/sungai
640
20
Sumber : Data Desa Loyang

20.  AIR LIMBAH
Jenis limbah yang terdapat di desa loyang di bedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu: Limbah Domestik dan Limbah Non Domestik. Limbah Domestik merupakan limbah rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan Limbah Non Domestik adalah limbah yang di hasilkan oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah domestik di desa loyang selain menggunakan jamban kel;uarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan sungai dan pembuanaga langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tuhun 2010 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septik.

21.  ENERGI
Pada umumnya masyarakat desa loyang sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik, mengingat jaringan lisrtik sudah sampai ke setiap RW sedesa loyang, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Loyang pada tahun 2010 sebanyak 2.731 rumah tangga.

22.  MUSIM
            Di Desa Loyang ada dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

23.  POLA PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN
1.      Lahan Sawah di musim penghujanditanami padi dan musim kemarau ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang memaksakan untuk menanam padi.
2.      Lahan pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon buah dan kayu bahan bangunan.

24.  KONDISI PEMERINTAHAN DESA
a.      Pembagian Wilayah
Luas wilayah Desa Loyang
Pekarangan                  : 251 Ha
Pemukiman                 : 106 Ha
Sawah                         : 444 Ha
Pangangongan             : 177 Ha
Perkebunan                 : 628 Ha
Hutan Negara              : 2.200 Ha
Jumlah                         : 3.806 Ha

            Desa Loyang terdiri dari 5 Dusun, 10 RW dan 35 RT yaitu :
-          Dusun I (RW. 01 s.d RW. 02, terletak disebelah timur)
-          Dusun II (RW. 03 s.d RW. 04, terletak disebelah selatan)
-          Dusun III (RW. 05 s.d RW. 06, terletak disebelah tengah)
-          Dusun IV (RW. 07 s.d RW. 08, terletak disebelah tengah)
-          Dusun V (RW. 09 s.d RW 10, terletak disebelah utara)

b.      Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

STRUKTUR ORGANISASI TATA KERJA DESA LOYANG
(SOTK Desa) POLA MAKSIMAL

25.  KONDISI CATATAN SIPIL
a.      Pelayanan Catatan Sipil
            Pelayanan yang berkaitan dengan pengaturan kependeudukan yaitu, KK, KTP, NIK (surat pengantar saja), serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil  berupa akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan akta-akta lainnya. Jumlah cakupan layanan pendaftaran penduduk dan catatan sipil pada tahun 2010 terdiri dari NIK  berjumlah = 0 buah, Kartu keluarga = 375 buah, KTP = 560 buah, dan akta-akta lainnya sebanyak = 215 buah.
            Untuk lebih jelasnya mengenai layanan catatan sipil dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel : 19
Data Pelayanan Catatan Sipil
Di Desa Loyang Tahun 2010
No
Jenis Layanan
Jumlah
Ket.
1
NIK
-

2
KK
375

3
KTP
560

4
Akta-akta Catatan Sipil
215

5
Akta-akta lainnya
-

Sumber : Data Desa Loyang



b.      PERIJINAN
Di Desa loyang, kesadaran masyarakat dalam hal pembuatan perijinan masih sangat minim terutama dalam hal ijin mendirikan bangunan, adapun jenis perijinan yang ada dan sering dibuat oleh masyarakat adalah :
-          Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT)
-          Ijin mendirikan Bangunan (IMB)
-          Ijin Gangguan (HO)
-          Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
-          Ijin Penggunaan Dan Pemanfaatan Air Tanah
-          Ijin Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C

c.       APARATUR PEMERINTAHAN
            Jumlah pegawai di lingkungan pemerintahan Desa Loyang tahun 2010 sebanyak 1 orang Kuwu, 1 orang Sekertarie Desa, 5 orang Kaur, 7 orang Bekel/Kepala Dusun. Unutk jelasnya dapat dilihat dari tabel di bawah ini :
Tabel : 20
Jumlah Aparatur Pemerintahan Dan Anggota Pemerintahan
Di Desa Loyang Tahun 2013
No
Jenis Layanan
Jumlah Layanan
Keterangan
1
Kepala desa / Kuwu
1

2
Sekertaris Desa
2

3
Kepala Urusan
5

4
Kepalan dusun/Bekel
7

5
Ketua Rw
10

6
Ketua Rt
37

Sumber : Data Desa Loyang

d.      ISU STRATEGIS
Isu strategis permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode 5 tahun sebelumnya dan memiliki dampak jangka bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangnan, sehingga perlu diatasi secara bertahap. Isu strategis pembangunan desa :
a.       Kualitas pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan belum memuaskan bagi sebagian masyarakat Desa Loyang seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, sarana dan prasarana, yang bertumpu pada kurannya alokasi dana yang ada dan kualitas aparatur pemerintahan.
b.      Kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif/angkata kerja di desa Loyang masih dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha, sehingga peluang kerja dan peluang usaha yang ada kurang termanfaatkan secara optimal. Hal ini sangat berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
c.       Pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembeng dam memberikan pendapatan secara merata kepada segenap masyarakat hal ini masih terdapatnya masyarakat Desa Loyang berada di bawah garis kemiskinan
d.      Kondisin lingkungan hidup cenderung semakin memprihatinkan sebagai eksploitasi, terutama terjadinya pembalkan hutan yang berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan secara umum.

e.       Masih rusaknya berbagai sarana jalan sebagai sarana utama mobilisasi perekonomian, jaringan irigasi, sarana pendidikan, bertumpunya lokasi persekolahan, belum optimalnya kawasan Wanawisata Waduk Kesambi, sampai pada kurang berjalannya bentuk-bentuk perekonomian Desa, dan juga fasilitas olahraga serta pelayanan kesehatan masyarakat, yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar